Photobucket
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tutorial. Tampilkan semua postingan

Selasa, 24 Januari 2012

Tutorial Membuat Efek Polaroid Menggunakan Photoshop


Hay apa kabar? sekarang ika lagi mau buat tutorial tentang efek polaroid menggunakan photoshop nih, kamu pasti tau dong yang namanya polaroid, polaroid itu adalah sebuah jenis kamera yang bisa langsung ngeluarin hasil photonya tanpa perlu dicetak dulu, nah sekarang ayo kita coba cara bikin efek polaroid ini menggunakan photoshop, berikut langkah - langkahnya, siaaaaaapppp? http://www.emocutez.com










1. pertama buka photo yang akan kita gunakan, disini ika menggunakan photo sendiri (hihii narsis :p)


2. kemudian duplikat layer dengan menekan CTRL + J pada keyboard

3. buat layer baru (CTRL + Shift + N) beri nama "polaroid" dan geser layer tersebut ke tengah


4. buat seleksi pada bagian yang akan kita jadikan efek polaroid nanti dengan menggunakan Rectangular Marquee Tool pada toolbar atau tekan M pada keyboard (seleksi ditandai dengan garis putus-putus).


5. jika sudah mengsleksi, kemudian klik layer "polaroid" kembali, klik Paint Bucket Tool pada toolbar atau tekan G pada keyboard, beri warna hitam sebagai penanda daerah yang telah terseleksi tadi


6. jika sudah maka kita buat Clipping Mask dengan cara klik layer 1 kemudian tekan Ctrl + Alt + G

7. sekarang mari kita buat bordernya (polaroid), caranya buat layer baru dengan menekan Ctrl + Shift + N dan beri nama "border"

8. seleksi photo layer 1 dengan cara menekan M pada keyboard (lakukan diluar garis no.4...*lihat no.9)

9. kembali ke layer border, tekan G pada keyboard dan beri warna putih, maka akan jadi seperti ini :


jika kamu ingin merubah posisi polaroid tersebut, kamu tinggal tahan layer border dan layer polaroid secara bersamaan. kemudian tekan Ctrl + T pada keyboard lalu putar sesuai keinginan kamu.


10. kamu juga bisa menambahkan efek bayangan dengan cara menambahkan efek drop shadow. caranya pada menu bar di atas klik Layer > Layer Style > Drop Shadow, atur bayangan sesuai keinginan kamu lalu tekan OK.

layer tidak harus dgrup juga tak apa apa
11. kemudian klik layer background, beri efek Graphic Pen, dengan cara pada menu bar diatas pilih Filter > Sketch > Graphic Pen, maka hasilnya akan jadi seperti ini :


dan tadaaaaa......


bagaimana mudah bukan? jika ada yang membingungkan silahkan tinggalkan comment Insya Allah ika jawab... selain yang diatas kamu juga bisa membuat variasi yang berbeda loh, contohnya seperti yang telah ika buat ini :


semoga membantu yaa...selamat berkreasi kawan... see u next tutor http://www.emocutez.com

Jumat, 20 Januari 2012

Cara menambahkan aplikasi chat pada Blogspot

Kalian masih inget ga kemarin ada aplikasi chat disebelah kanan blog ini, Shout Mix namanya, semenjak pergantian tahun (1 januari 2012) ini shout mix udah ga bisa digunakan secara gratis lagi, masih bisa digunain sih cuma bayar....hayooo ngaku pasti kalian lebih pilih ga punya chat box dari pada bayarkan? hah? hah? ngaku hayoo..!!! (*nyolot...hihii :p)

eeetttssss....tapi jangan sedih aku punya solusinya... TRING (*ngomong dengan mata berbinar binar :D)
salah satu penggantinya adalah CBox (hah Cbox? hhhmmm..... *think hard) Cbox ini adalah aplikasi chat yang dapat gunakan pada blog atau web dengan gratiiisss...tisss....tisssssss.................
so langsung aja ikuti cara dibawah ini untuk dapatin aplikasi CBox diblogmu....yuuu capcussss.........

1. Kunjungi Link Ini (klik)

2. Setelah itu pilih Sign Up pada halaman tersebut (liat tanda panah)


3. Isi seluruh data yang ada, kemudian centang pada kotak bagian bawah lalu klik "Create my Cbox"


4. jika berhasil maka akan muncul halaman ini :


5. setelah itu kamu buka email kamu tadi yang telah didaftarkan sebelumnya, buka email yang masuk dari CBox, klik link yang ada pada paragraf awal (liat tanda panah)


6. setelah diklik link tadi, kamu akan secara otomatis masuk kehalaman publish CBox, copy seluruh kode yang ada dikotak bagian bawah (lihat gambar)


7. setelah itu login bloger ►Dasbor/Dashboard ► Design/ Rancangan ► Add a Gadget/Tambah Gadget ►Pilih Gadget HTML ► Paste kode tadi.

bagaimana? mudah bukan? semoga bermanfaat ya... 
http://www.emocutez.com

Selasa, 29 November 2011

LIGHT PAINTING PHOTOGRAPHY

hay ada ilmu baru nih, buat gue sih baru ga tau deh buat kalian, mungkin dah biasa..hehee
kemaren nemu grup di Facebook keren banget namanya I Light This "kroo" , awalnya coba ngintip tapi ternyata keren banget isinya, tentang Light Painting gitu, tadinya gue pikir Light Painting cuma bisa di bikin secara digital ternyata bisa langsung secara manual...kereeeeennn....

nih ada beberapa hasil kerjaan mereka...





HC jadi modelnya juga loohh, kereeeennnn :D


keren banget kan? pastilahh...hahahaa andai aja gue punya kamera DSLR, soalnya efek ini cuma berfungsi sama kamera yang ada pengatur shutter speednya doang.....huhuuu sayang sekali kayanya gue butuh sabar bertahun tahun buat bisa beli ini kamera, ya lahh gimana ga bertahun tahun gue udah ngarepin ini kamera dari tiga tahun yang lalu ampe sekarang masih juga lum dibelin (*what dibelin? usahaaaaa kaleeee hahaa), dan kayanya juga ga bakal dibelin hahhaa....apa lagi sekarang baru lulus dan belum dapet kerja, jadi loe semua yang baca postingan ini wajib mendo'akan gue cepet cepet dapet kerja biar bisa cepet cepet meraktekin ini efek...hahahaaa maksa

baiklah lanjuuuutt...........
ini ada video cara pembuatannya dalam bentuk sederhana, check this out guys



gimana gampang bangetkan keliatannya? keliatannya loohh....heheee....makanya sering sering do'ain gue cepet dapet kerja dan kebeli itu sii eSteLeR...hihihiii
atau loe punya lowongan buat posisi design fresh grad? HUBUNGI SAYA....wkwkwkk *promosi :p

Sabtu, 27 November 2010

Teknik Shutter Speed

Berkembangnya ilmu dan teknologi. Membawa pula perkembangan bagi dunia fotografi. Yang kemudian mengantarnya pada era digital. Ya…yang dulu Analog (menggunakan media film), sekarang berkembang menjadi Fotografi Digital. Fotografi digital memudahkan kita memahami dunia fotografi, hasil jepretan langsung bisa di review melalui jendela LCD, sehingga kita bisa mengevaluasi hasil jepretan, karena data teknis yg berkaitan dengan Jepretan tadi terlihat dan terekam, berbeda dengan Fotografi Konvensional, dimana kita harus mencetaknya dulu baru dapat melihat, me-review dan mengevaluasi hasil jeperetan, data teknis-nya pun kita harus mencatatnya terlebih dahulu, sehingga butuh banyak biaya dan waktu yg terbuang untuk bisa memperbaiki kemampuan fotografi kita.

Seni Fotografi digital bisa diibaratkan sebagai melukis dengan cahaya, dalam hal ini kamera dan Lensa yang menggantikan peran kuas dan cat. Ada dua hal yg memegang peranan terpenting dalam kamera dan lensa, yaitu Shutter Speed dan Aperture.
Shutter Speed adalah lamanya waktu yg diperlukan untuk menyinari sensor CMOS ato CCD pada kamera digital, dan Film pada kamera konvensional. Pada Kemera tertera angka-angka 250,125,60,30,15 dst. Ini berarti lamanya penyinaran adalah 1/250 detik, 1/125 detik, 1/60 detik, dst.
Semakin besar angkanya berarti semakin cepat waktu yg digunakan, hal ini akan menciptakan efek diam (freeze), misalnya kita akan memotret objek yg sedang bergerak, misal mobil, dengan efek diam, kita memerlukan setidaknya shutter speed diatas 1/125 detik.
Sebaliknya bila kita akan memotret objek tersebut dengan efek bergerak, maka dibutuhkan shutter speed kurang dari 1/125 detik, sebaiknya dilakukan dengan cara mengikuti arah gerak objek, hal ini disebut teknik panning.
Dua hal diatas tergantung juga dari kecepatan objek tersebut bergerak, semakin cepat objek bergerak, berarti semakin tinggi shutter speed yg dibutuhkan agar memperoleh efek diam atau bergerak yang kita inginkan, Perlu diperhatikan, semakin rendah shutter speed, akan mengakibatkan semakin besar juga kemungkinan terjadinya camera shaking, yg akan mengakibatkan hasil jepretan menjadi goyang dan tidak tajam.
Agar aman, gunakan shutter speed diatas 30 atau 1/30 detik, kalo memang menginginkan shutter speed lebih rendah, misal 1/15 detik, 1/8 detik atau yg lebih rendah, gunakan gunakan penyangga ato tripod

Siapa bilang kamera saku tidak bisa untuk low light dan action photography?

Banyak menyangka bahwa kamera saku itu payah untuk fotografi di tempat yang gelap dan apalagi sudah gelap lalu subjek foto bergerak-gerak seperti pertunjukan tari. Saya pun tadinya menyangka demikian. Kemarin saya diundang untuk menghadiri acara seni budaya tiongkok, dan sepertinya merukapan suatu acara yang menarik karena kehadiran penyanyi dan grup tari kelas atas di negeri tiongkok.

Tapi hari itu saya malas membawa kamera DSLR, tentunya karena ukuran dan berat. Saya lalu membawa kamera saku terpercaya, Panasonic Lumix LX3. Saya pikir ya kalau foto-fotonya nanti jelek gak apa apa yang penting bisa menikmati acaranya.
Namun hasil yang saya lihat setelah saya memindahkan foto-foto tersebut ke komputer sungguh lumayan. Inilah pendapat dan tips saya mengenai perbedaan mengunakan kamera saku atau DSLR saat foto di tempat gelap dan action photography.

Perbedaan kamera saku dan kamera DSLR

Perbedaan utama yang saya rasakan tentunya pertama-tama adalah ukuran dan berat. Kamera saku jauh lebih kecil dan ringan daripada kamera DSLR dengan lensanya. Dengan ukurannya yang kecil, tidak menarik perhatian orang lain. Selain itu, kalau saya memakai kamera DSLR sering sekali saya memikirkan untuk mengganti lensa, sedangkan kalau memakai kamera saku, lensanya sudah fix ga bisa diganti jadi saya tinggal fokus untuk mengambil foto saja.

Karena sensor kamera saku yang kecil, kedalaman ruang menjadi besar, sehingga semua subjek dalam foto menjadi fokus dari ujung ke ujung meskipun bukaan yang dipakai besar. Hal ini tidak selalu demikian pada kamera DSLR. Sering kali yang didapat adalah subjek yang di fokus jelas, sedangkan yang menjauh dari subjek menjadi sedikit kabur. Seberapa besar kaburnya tergantung pada bukaan lensa yang dipakai.

Tentunya ada juga beberapa kekurangan kamera saku dalam foto jenis ini yaitu batere lebih cepat habis karena kamera saku memiliki batere yang berkapasitas kecil yang kira-kira hanya bisa foto sebanyak kurang lebih 100 foto saja (full charge). Sedangkan DSLR bisa sampai 300-400 foto sekali charge.

Selain itu, kamera saku juga tidak bisa menyaingi kualitas foto kamera DSLR dalam hal kualitas warna, pengendalian noise (bintik-bintik) pada foto di ISO tinggi. Namun, bila kebutuhan foto adalah untuk web ataupun cetak dalam ukuran kecil, sebenarnya agak susah membedakan foto yang diambil oleh kamera saku atau kamera DSLR.

Tips dalam mengunakan kamera saku

Gunakan mode manual supaya pencahayaan lebih optimal karena di foto sebuah pertunjukan seni, sering sekali kamera gagal menentukan setting bukaan dan kecepatan rana yang optimal. Biasanya foto akan menjadi terlalu terang sehingga muka orang menjadi putih semua. Bagi yang memakai kamera saku yang tidak memiliki mode manual, manfaatkan fungsi kompensasi eksposur.

Jangan aktifkan lampu kilat (flash) baik memakai kamera digital atau DSLR, karena hanya akan mengganggu performer dan juga penonton yang lain. Yang tidak kalah penting adalah penggunaan lampu kilat bisa menghilangkan suasana pertunjukan dan seni pencahayaan yang di desain khusus.

Bila memakai flash, suasana pencahayaan seperti ini tidak akan terekam

Timing saat menjepret sangat penting untuk membuat foto yang optimal. Kecepatan auto fokus kamera saku biasanya lebih lambat dari kamera DSLR, oleh sebab itu, pre-fokus akan sangat membantu. Arti pre-fokus adalah memencet setengah dari tombol jepret (shutter) dan kemudian tekan sampai penuh saat defining moment (saat-saat menentukan) itu tiba.

Setting shutter speed (kecepatan rana) sesuai kondisi juga penting. Shutter speed menentukan banyaknya cahaya yang masuk ke kamera, dan juga merekam efek gerakan. Kalau ingin menangkap efek gerak, maka gunakan shutter speed rendah, seperti 1/4 detik, tapi kalau ingin membekukan foto, pakai shutter speed relatif cepat, seperti 1/100 detik atau lebih cepat lagi.

SUMBER : info fotografi

Jumat, 26 November 2010

DETEKSI TEPI PADA MATLAB

A.    DEFINISI PENGOLAHAN CITRA

Pengolahan Citra ialah memproses suatu citra sehingga menghasilkan citra yang sesuai dengan keinginan kita atau kualitasnya menjadi lebih baik. Umumnya, operasi-operasi pengolahan citra diterapkan pada citra bila :
1.      Perbaikan atau modifikasi citra untuk meningkatkan kualitas visual atau menonjolkan beberapa aspek informasi yang terkandung dalam citra.
2.      Elemen di dalam citra perlu di kelompokkan, dicocokkan atau diukur.
3.      Sebagian citra perlu di gabung dengan bagian citra yang lain.

Di dalam bidang komputer, ada 3 bidang studi yang berkaitan dengan citra, namun tujuan ketiganya berbeda, yaitu :
1.      Grafika Komputer (Computer Graphics)
2.      Pengolahan Citra (Image Processing)
3.      Pengenalan Pola (Pattern Recognition/image interpretation)

Secara umum operasi pengolahan citra dapat diklasifikasikan dalam beberapa jenis berikut :
1. Perbaikan Kualitas citra (image enhancement)
Jenis operasi ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas citra dengan cara memanipulasi parameter-parameter citra. Dengan operasi ini ciri-ciri khusus yang terdapat pada citra lebih ditonjolkan.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Perbaikan kontras gelap / terang (contrast enhncement).
b. Perbaikan tepian objek (edge enhancement)
c. Penajaman (sharpening)
d. Pemberian warna semu (pseudocoloring)
e. Penyaringan derau (noise filtering)
2. Pemugaran Citra (image restoration)
Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan / meminimumkan cacat pada citra Tujuan pemugaran citra hampir sama dengan perbaikan.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Penghilangan kesamaran (debluring).
b. Penghilangan derau (noise)
3. Pemampatan Citra(image compression)
Operasi ini bertujuan untuk memampatkan citra sehingga memori yang dibutuhkan untuk menyimpan citra lebih kecil, tetapi hasil citra yang telah dimampatkan tetap memiliki kualitas gambar yang bagus.
Contohnya adalah metode JPEG.
4. Segmentasi citra (image segmentation)
Operasi ini bertujuan untuk memecah suatu citra ke dalam beberapa segmen dengan suatu kriteria tertentu. Jenis operasi ini erat kaitannya dengan pengenalan pola.
5. Analisis citra (image analysis)
Operasi ini bertujuan untuk menghitung besaran kuantitatif citra untuk menghasilkan deskripsinya. Teknik analisis citra mengekstraksi ciri-ciri tertetntu yang membantu dalam identifikasi objek. Proses segmentasi kadangkala diperlukan untuk melokalisasi objek yang diinginkan dari sekelilingnya.
Yang termasuk dalam klasifikasi ini antara lain:
a. Pendeteksian tepian (edge detection).
b. Ekstraksi batas (boundary)
c. Representasi daerah (region)
6. Rekonstruksi citra (image reconstruction)
Operasi ini bertujuan untuk membentuk ulang objek dari beberapa citra hasil proyeksi. operasi rekonstruksi citra banyak digunakan dalam bidang medis.
Contohnya adalah foto rontgen dengan sinar X digunkan untuk membentuk ulang gambar organ tubuh.
Pengolahan citra mempunyai aplikasi yang sangat luas dalam berbagai bidang kehidupan kita antar lain :
1. Bidang Militer
a. Mengenali sasaran peluru kendali melalui sensor visual.
b. Mengidentifikasi pesawat musuh melalui radar.
c. Teropong malam hari (night vision)
2. Bidang Medis / Kedokteran
a. Mendeteksi retak/patah tulang dengan CT Scan.
b. Rekonstuksi foto janin (USG).
c. Mendeteksi kanker (kanker otak)
3. Bidang Biologi
Pengenalan jenis kromosom melalui gambar mikroskopis
4. Bidang Pendidikan
Pengolahan pendaftaran mahasiswa menggunakan scanner.
5. Bidang Geografi dan Geologi
a. Pemetaan batas wilayah melalui foto udara / Landsat.
b. Mengenali jenis dan bentuk lapisan batuan bawah permukaan bumi melalui rekonstruksi hasil seismik.
6. Bidang Kepolisian / Hukum
a. Pengelan pola sidik jari (finger print).
b. Rekonstruksi wajah pelaku kejahatan.
c. Pengenalan pola hasil uji balistik.
7. Bidang Perdagangan
a. Pembacaan barcode pada barang di swalayan.
b.Mengenali huruf / angka pada suatu formulir secara otomatis.
8. Bidang Hiburan
Pemampatan video (MPEG).
9. Komunikasi data
Pemampatan citra yang ditransmisi (Internet).
B.     TAMPILAN PROGRAM   
Berikut ini adalah tampilan dari rancangan pada program deteksi tepi yang telah dibuat :
1.      Tampilan awal setelah program dijalankan atau di RUN :

2.      Tampilan setelah menekan tombol Pilih Gambar :

Jika sudah memilih gambar maka klik open dan akan muncul tampilan berikut ini:

3.      Tampilan setelah menekan tombol Proses :



4.      Tampilan setelah menekan tombol Simpan :


C.    INSTALASI PROGRAM
1.                  Instal program matlab terlebih dahulu, kemudian buka program matlab yang telah di instal tadi, maka tampilan awal yang akan muncul adalah seperti berikut ini :

2.                  Buat tampilan matlab dengan menggunakan GUI, dengan mengikuti langkah pada gambar berikut:

Setelah itu akan muncul tampilan berikut ini:

3.                  Kemudian buat tampilan matlabnya dengan menggunakan axes dan push button, disini saya membutuhkan dua buah axes dan tiga buah push button kemudian save, maka akan menjadi seperti ini hasilnya :

4.                  Pada tombol klik kanan lalu pilih view callbacks -> callback

Sehingga akan terhubung dengan editor dan langsung menuju script yang dimaksud untuk memasukkan script pada masing-masing tombol.

Pada tombol Pilih Gambar masukkan script berikut ini:
proyek=guidata(gcbo);
[namafile,direktori]=uigetfile({'*.jpg';'*.bmp';'*.png';'*.tif'},'Buka Gambar')
if isequal(namafile,0)
return;
end
eval(['cd ''' direktori ''';']);
I=imread(namafile);
set(proyek.figure1,'CurrentAxes',proyek.axes1);
set(imshow(I));
set(proyek.figure1,'Userdata',I);
set(proyek.axes1,'Userdata',I);

pada tombol proses masukkan script berikut ini:
proyek=guidata(gcbo);
I=get(proyek.axes1,'Userdata');
if isequal(I,[])       
msgbox('Belum ada gambar!','Peringatan','warn');
else
gray=rgb2gray(I);
BW = edge(gray,'sobel');
set(proyek.figure1,'CurrentAxes',proyek.axes3);
set(imshow(BW));
set(proyek.axes3,'Userdata',A);
redo_Callback(hObject, eventdata, handles);
end

sedangkan pada tombol simpan masukkan script berikut ini:
proyek=guidata(gcbo);
[namafile,direktori]=uiputfile({'*.jpg';'*.*'},'Simpan Citra');
I=get(proyek.axes2,'Userdata');
imwrite(I,strcat(direktori,namafile));

jika sudah maka save data tersebut dengan format “nama_file.fig” kemudian RUN.


KELOMPOK:

Pratiwi Ayu Ningsih           50407661
Rifka Sabilla                      50407723


4IA11

Minggu, 21 November 2010

BELAJAR EFEK TYPHOGRAFY


Nahh sekarang ika lagi pengen coba coba ngedit photo c jlegg pake efek typhografy nih. disini ika pake photoshop awalnya rada ribet emang tapi kalo emang penasaran yaa sok kita intip caranya…
Cekidot.. :p






1. Kita open gambar yang bakal kita edit, lebih bagus lagi kalo warnanya kontras pada gambar yang bakal kita pilih, karena semakin kontras maka semakin terbentuk wajahnya pada tulisan..^^


2. Seleksi wajah, dengan Select- Color Range pada menubar diatas, maka akan muncul tampilan ini, lalu klik OK.


3. Setelah dapat hasil seleksi, tekan Ctrl+J untuk menghasilkan seleksi pada layer. Tekan Ctrl+Shift+U, untuk membuat gmbar menjadi hitam putih/ Desturate. Jika gambar kurang timbul kita juga bisa mambahkan Ctrl+J lagi agar hasil gambarnya lebih gelap atau timbul, setelah itu jangan lupa hapus bagian luar yang kurang rapih, dan inilah hasilnya :

seleksi wajah (Ctrl+J)
Desturate (Ctrl+Shift+U)

stelah dhapus
4. Lalu tekan Ctrl+L, atur setting Level seperti gmbar untuk mendapatkan gelap terang yg lebih jelas.


5. Sekarang buat tulisannya dengan ukuran kecil dan rapat agar wajah lebih terbentuk dengan baik, kemudian sembunyikan gambar aslinya atau background dengan menghilangkan tanda mata disamping layer.


6. klik layer background pilih Select- Color Range untuk menyeleksi wajah, setelah itu tekan Ctrl dan klik layer 1, jangan lupa untuk menonaktifkan tulisan.

7. Setelah terseleksi, kita lakukan masking pada tulisan. Aktifkan layer tulisan, tekan dan tahan tombol Alt dan klik pada tombol thumbnail Add Layer Mask.


8. Setelah mendapatkan hasil masking seperti ini (pada Gambar), Lakukan invert, tekan Ctrl+I dan sembunyikan layer wajah (Layer 1).

9.  Klik kanan pada layer tulisan, pilih Blending Option- Gradient Overlay.


10. jika hasilnya terlalu terang, bikin layer baru dengan warna gelap, Blending Mode= Overlay. jika kurang timbul pada gambar maka kita dapat membuat layer baru dengan warna gelap sebanyak yang kita butuh.


maka akan jadi seperti ini :

untuk hasil yang maksimal kita tambahkan frame pada gambar.
hoopplahh jadi deh ^^


selamad mencoba yaa...^^

created by ik4r3nTM
email : about_design21@yahoo.com